Ikuti Penlat ke-3; Kelompok KKN-54 Desa Karangmangu Siap Terjun ke Masyarakat
![]() |
| Pendidikan dan Pelatihan (Penlat) ke-3 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pintar 2025/ Foto: Tim Dekdok KKN-54 |
KKN54 Unugiri, Bojonegoro - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Penlat) ke-3 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pintar 2025 sebagai persiapan bagi mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat.
Acara yang merupakan bagian penting dari pembekalan KKN ini berlangsung di Hall Gedung Hasyim Asy'ari Unugiri, dengan dihadiri langsung oleh Badan Pengurus Harian (BPH) dari masing-masing kelompok KKN, termasuk perwakilan dari Kelompok KKN-54 Desa Karangmangu.
Sementara itu, anggota kelompok lainnya mengikuti kegiatan ini secara daring melalui Zoom Meeting.
Penlat KKN Unugiri ini dirancang dalam tiga tahapan. Dua Penlat sebelumnya telah dilaksanakan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Penlat ke-3 ini menghadirkan narasumber sesuai dengan bidang keahliannya.
Siti Mukholifah, Wakil Koordinator Desa (Kordes) Kelompok KKN-54 dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), menyampaikan antusiasmenya.
"Menurut saya, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ketiga persiapan KKN hari ini sangat bermanfaat. Kami mendapatkan tiga materi utama yang benar-benar membuka wawasan," ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Mahmuddin dari Koperasi Merah Putih, yang membahas peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan.
Materi tersebut memberikan gambaran konkret tentang bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal.
Selanjutnya, Agus Sholahuddin Shidiq, Dekan Fakultas Syariah dan Adab (FSA), membekali mahasiswa dengan materi tentang pentingnya nilai-nilai Keaswajaan.
Penekanan pada nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal moral dan etika bagi mahasiswa dalam mengabdi di tengah masyarakat yang beragam.
Materi terakhir diisi oleh Miftachul Mufid, Kepala Bidang Kemahasiswaan. Ia memberikan arahan teknis yang sangat praktis terkait pelaksanaan KKN, mulai dari penyusunan program kerja yang efektif, teknis pelaksanaan di lapangan, hingga sistem pelaporan yang benar melalui aplikasi Pintar.
"Menurut saya, dengan adanya tiga materi ini, kami sebagai peserta menjadi lebih siap dan paham apa yang harus dilakukan selama KKN nanti," tambah Siti Mukholifah.
Khadijah Intan Rahmawati dari program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) juga memberikan komentarnya.
"Manfaat dari Penlat sendiri itu memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa sebelum terjun ke lapangan," kata Khadijah. Ia juga menambahkan bahwa Penlat hari ini berjalan dengan baik dan sangat interaktif.

Posting Komentar